Info >>

iden

Kiprah Perdana “Pengajar Praktik SMP Negeri 1 Bogor” Giring Calon Guru Penggerak Rintis Awal Baru Merdeka Belajar

SMPN1BOGOR.CO.ID, BOGOR - "Pengajar Praktik” merupakan istilah baru bagi “Pendamping Guru Penggerak”. Jumat, 8 Oktober 2021, dua orang Pengajar Praktik terpilih SMP Negeri 1 Bogor, melaksanakan tugas perdananya menggembleng para Calon Guru Penggerak di lingkungan Kota Bogor. Mereka adalah Dedi Husnaeni, S.Pd. dan Riksa Suci Imaniah, S.Pd. Masing-masing memberikan pendampingan terhadap lima orang Calon Guru Penggerak yang berasal dari SD, SMP, dan SMA di Kota Bogor.

Pendampingan program Guru Penggerak ini berlaku lintas jenjang, karena program Guru Penggerak ini memang bukan membahas konten mapel per jenjang. Esensi Guru Penggerak bukanlah konten pembelajaran melainkan metode memanusiakan manusia dalam konteks pembelajaran.

Pendampingan diawali dengan daring mengikuti acara kunjungan Mendikburistek, Nadiem Anwar Makarim, ke NTB. Beliau menemui para Calon Guru Penggerak di sana. Bertempat di LPMP NTB, Nadiem menekankan pentingnya peran Guru Penggerak sebagai ujung tombak pemimpin perubahan di dunia pendidikan. “Yang bisa melakukan kemajuan di dunia pendidikan bukan saya, tapi para Guru Penggerak. Tugas saya adalah mencari pemimpin yang berani mengutamakan siswa.,” kata Menteri Nadiem, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Jumat (8/10/2021). “Kalau kita tidak bisa mengubah pola pikir para pemimpin di sekolah, maka akan sulit tercipta inovasi menuju perubahan dunia pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian dan ketahanan mental Guru Penggerak dalam melakukan perubahan,” terang Menteri Nadiem di akhir sambutannya.

Kemudian, acara dilanjutnya secara intern. Dalam pendampingan daring tersebut Pak Dedi maupun Miss Icha (demikian Bu Riksa kerap dipanggil) memotivasi para Calon Guru Penggerak binaannya bahwa untuk bisa lolos seleksi Calon Guru Penggerak ini memang bukanlah hal yang mudah. Namun, ini juga bukanlah hal yang mustahil bisa dilalui. Dijelaskan pula bahwa dalam proses pendampingan ini, Calon Guru Penggerak akan diberikan 10 modul yang harus dikuasai selama kurun waktu 9 bulan. Sedangkan untuk pengajar praktik lebih ekstra lagi 9 modul harus diselesaikan dalam waktu 9 hari.

“Para pendamping di sini akan memposisikan diri sebagai rekan diskusi untuk membantu Bapak dan Ibu dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Kami juga akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.” ujar Pak Dedi.

Merdeka belajar dirancang dan dikembangkan untuk menciptakan SDM unggul untuk pembangunan nasional. Guru perlu mengembangkan “Praktik Baik” yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif dalam mengembangkan potensi terbaiknya. Salah satu alternatifnya, guru dapat menerapkan unsur pembelajaran aktif: mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi atau disingkat MIKiR. Dalam pembelajaran dengan unsur MIKiR, guru akan lebih banyak berperan sebagai fasilitator. “Guru tidak lagi memaksakan anak hanya dengan teknik pembelajaran tertentu. Contoh mudahnya, kita tidak bisa memaksa ikan untuk memanjat, atau memaksa monyet untuk berenang.” jelas Miss Icha.

“In syaa Allah, kami merasa optimis para Calon Guru Penggerak binaan kami mampu melanjutkan tahapan seleksi melalui pendampingan yang intensif.” demikian ujar Pak Dedi penuh percaya diri.

Semangat Pak Dedi dan Miss Icha! Semangat guru Indonesia!

 

SMP Negeri 1 Kota Bogor Sekolah Bertaraf Internasional.

Jl. Ir. H. Juanda No. 16, Kota Bogor, Jawa Barat

(0251) 8321397

spensa@smpn1-bogor.sch.id